Semarang – Pada hari Selasa, 15 September 2020, Departemen Teknik Industri mengadakan apel dan pelatihan APAR. Hal ini dilatar belakangi bahwa lingkungan kerja harus memenuhi standar K3. Sehingga mahasiswa, dosen, dan karyawan dapat bekerja secara aman. Di sisi lain, K3 merupakan bidang keilmuan yang diajarkan dalam Teknik Industri yang perlu diterapkan dalam kehidupan kerja khususnya di lingkungan Departemen Teknik Industri Undip.

Selain itu, adanya kecelakaan kebakaran baru-baru ini yang terjadi di lingkungan Undip mendorong peningkatan pelaksanaan K3. Salah satu bentuk peningkatan tersebut adanya pelatihan memadamkan kebakaran menggunakan APAR. Sasaran kegiatan ini ditujukan bagi dosen dan karyawan yang bekerja 8 jam sehari di lingkungan kantor. Sehingga memiliki potensi yang besar menghadapi potensi kebakaran. Ditambah adanya bahan-bahan yang memudahkan kebakaran seperti kertas-kertas, alat elektronik, dan sebagainya.

Kegiatan ini diawali dengan apel pagi. Apel pagi ini diisi oleh Ibu Dr. Ratna Purwaningsih, ST, MT, selaku ketua Departemen Teknik Industri Undip. Beliau menyampaikan bahwa apel ini bertujuan untuk koordinasi sebelum kerja dimulai. Harapannya dengan adanya apel dapat melakukan pelayanan terhadap mahasiswa dengan lebih baik. Bahkan ada wacana seminggu sekali akan ada apel pagi untuk meningkatkan performa kerja. Setelah itu beliau juga menyampaikan mengenai nilai pentingnya pelatihan ini dan tetap waspada dalam pandemi Covid-19. Semuanya harus saling menjaga.

Pelatihan diawali dengan pengenalan kecelakaan kebakaran dan APAR oleh Ibu Dr. Manik Mahachandra selaku ketua tim K3 Fakultas Teknik Undip. Sebelumnya beliau menjelaskan bahwa tahun depan akan ada peningkatan K3 pada lingkungan kampus Undip. Termasuk pemasangan peralatan pemadam kebakaran yang lebih lengkap. Beliau memotivasi peserta bahwa pelatihan di Departemen Teknik Industri ini merupakan pelatihan pertama yang diadakan di lingkungan Fakultas Teknik Undip. Sehingga akan menjadi teladan bagi yang lainnya.

 

Beliau menjelaskan mengenai potensi kebakaran yang tinggi dalam lingkungan kampus. Kebakaran akan terjadi jika segitiga kebakaran ada semua antara lain bahan yang mudah terbakar, udara/ oksigen, dan pemicu kebakaran. Salah satu pemicu yang sering menyebabkan kebakaran adalah puntung roko. Untuk memadamkan kebakaran perlu menghilangkan salah satu dari segitiga kebakaran tersebut. Bisa menghilangkan bahan yang mudah terbakar atau menghilangkan udara atau pemicunya.

Pelatihan kemudian dilanjutkan dengan alat pemadam kebakaran sesuai dengan jenis kebakaran. Pada pelatihan ini menggunakan pemadam APAR bubuk kimia dan karung goni. Peserta dijelaskan mengenai bagian-bagiannya dan cara menggunakannya. Setelah itu peserta melakukan praktek yang sudah disampaikan. Tahap berikutnya melakukan simulasi pemadaman kebakaran dengan menggunakan tong yang diisi kayu dan dibakar. Semua peserta melakukan pemadaman api menggunakan APAR bubuk kimia dan karung goni. Awalnya grogi dan tidak terbiasa, Namun kemudian peserta mulai bisa melakukan pemadaman api. Harapan ke depannya pelatihan K3 akan lebih digiatkan dan adanya realisasi peralatan K3 yang lebih baik.